f t g m
  • Pemberdayaan Dampingan

  • Perkunjungan Rumah

  • Perkunjungan Rumah

  • Pembagian Nutrisi

  • Kontrol Kesehatan di Klinik Christami

  • Praktek Pembuatan Makanan Bergizi

  • Pemberian Informasi & Makanan Bergizi

  • PHBS dan Pastoral

Copyright 2019 - Custom text here

Pondok Christami

PUSAT PEMBERDAYAAN PASIEN HIV

 

Pondok Christami merupakan pusat dukungan dan pemberdayaan ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS).  Banyak ODHA yang telah dirawat dan dibina dan telah kembali menjalani kehidupannya di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi :

 

  1. Pemulihan Fisik.
  2. Pemulihan Rohani.
  3. Keterampilan Diri.
  4. Keterampilan Hidup.

Podok Christami juga merupakan tempat penampungan sementara bagi pasien HIV yang belum dapat diterima oleh keluarganya. Bagi mereka YPKM Papua akan terus berupaya dengan mengadvokasi keluarga sehingga satu ketika mereka dapat kembali hidup di tengah-tengah keluarga.

Koordinator Pondok adalah dr. Fitri R, SpOG yang dibantu oleh beberapa perawat  yang berpengalaman dalam pendampingan terhadap pasien HIV. Mereka tidak hanya melayani pasien yang ada di dalam pondok, tetapi juga melayani pasien yang berada di rumah / keluarganya yang tersebar di kota Jayapura.

Saat ini pondok Christami mampu menampung 12 pasien, sementara jumlah maksimal pasien yang berada di rumah / keluarganya sebanyak 15 pasien. Perkunjungan rumah dilakukan sebulan sekali bagi dampingan yang berada di rumah. Perkunjungan dilakukan oleh tenaga perawat bersama-sama dengan pastor atau pendeta. Perawat melakukan pemeriksaan umum kondisi paien serta memberikan informasi yang berkaitan dengan HIV dan AIDS, bagi pasien dan anggota keluarga yang merawat pasien. Sedangkan pastor atau pendeta akan melakukan pembinaan kerohanian yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dihadapi pasien serta memberi penguatan secara rohani.

Klinik Christami

 

NILAI PELAYANAN DAN MISI

 KRISTUS CINTA KAMI, melatar belakangi timbulnya arti sebuah nama dari bentuk pengorbanan diri dan rasa cinta-NYA yang besar terhadap umat manusia milik-NYA sendiri, agar manusia hidup sehat.

 Kehadiran Klinik Christami bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang tidak mampu.

 Sesuai dengan Undang – undang Republik Indonesia No.21 tahun 2001,BAB XVII mengenai Kesehatan. pasal 59 ayat 1-5 dan 60 ayat 3 menerangkan :

 Setiap penduduk Provinsi Papua berhak memperoleh pelayanan kesehatan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serendah – rendahnya.

 Untuk itu maka, Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua atau yang lebih di kenal dengan singkatan (YPKM) merasa terpanggil untuk bergandengan tangan bersama masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat serta mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan tujuan:

Memperbaiki pelayanan kesehatan berkualitas dan berdaya guna.

Mengurangi angka Prevalensi penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS, TBC, Bahaya Narkoba, Malaria, Kehamilan, pengetahuan tentang gizi, serta kematian Ibu dan Anak.

Memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di kampung-kampung.

 

PEMERIKSAAN DI KLINIK CHRISTAMI meliputi :

  • Pemeriksaan darah Malaria/DDR.
  • Pemeriksaan gula darah.
  • Pemeriksaan kolesterol.
  • Pemeriksaan asam urat.
  • Pemeriksaan IMS (Infeksi Menular Seksual).
  • Test kehamilan.
  • Memberikan rujukan tahap I.
  • Pemeriksaan kesehatan umum lainnya.

 

 WAKTU  PELAYANAN

Klinik Christami di buka pada setiap hari kerja (jam 17.00 – 20.00 WP), kecuali hari Minggu dan Libur Nasional.  

  

 MATERI  DISKUSI

Di Klinik Christami Anda juga dapat berdiskusi dan meminta informasi tentang hak-hak reproduksi, gender,Kesehatan seksual remaja, Pacaran yang sehat, Bahaya Narkoba / Miras, Konseling dan tes sukarela HIV/AIDS, serta akibat kehamilan dini.

 

Paramedis

Tenaga dokter dan perawat yang bertugas di Klinik Christami adalah para tenaga yang berpengalaman di bidangnya, profesional dan bertanggungjawab sehingga kemampuan mereka tidak diragukan dalam melayani pasien.

 

Informasi Dasar HIV dan AIDS

Apakah yang dimaksud dengan HIV dan AIDS?

 

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat terlihat sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi-pakai alat suntik dengan orang lain.

 

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan berbagai gejala penyakit yang timbul akibat turunnya daya tahan / kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker. Stadium AIDS membutuhkan pengobatan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh sehingga bisa sehat kembali.

 

Bagaimana HIV bisa ditularkan kepada orang lain?

  • Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya
  • Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui.
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun).

 

Apakah transfusi darah di fasilitas kesehatan berisiko menularkan HIV?

Tidak berisiko karena umumnya, Palang Merah Indonesia dan fasilitas kesehatan selalu melakukan pengecekan atau skrining HIV pada darah donor sebelum melakukan transfusi kepada orang lain. Darah tercemar HIV tidak digunakan.

 

Apakah infeksi HIV dapat dicegah?

Ya. dengan cara:

  1. Abstinence– Tidak berhubungan seks (selibat)
  2. Be Faithful – Selalu setia pada pasangan
  3. Condom– Gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko
  4. Drugs–  Jauhi narkoba

 Bagaimana cara mengetahui status HIV?

Orang yang sedang dalam tahap HIV tidak bisa kita kenali. Mereka tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apapun. Status terinfeksi HIV hanya dapat diketahui setelah mengikuti test HIV yang disertai konseling. Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat (Klinik VCT) untuk tes HIV.

 

Apa yang dimaksud dengan tes HIV?

Layanan test HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing). Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi HIV di dalam sampel darah.  Tes HIV bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes HIV, akan dilakukan konseling untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dari perilaku selama ini dan bagaimana nantinya harus bersikap setelah mengetahui hasil tes HIV.

 

Apakah ada pengobatan untuk HIV dan AIDS?

Terinfeksi HIV bukanlah vonis mati. AIDS dapat dicegah dengan pengobatan antiretroviral atau ARV. Pengobatan ARV menekan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga orang dengan infeksi HIV dapat kembali “sehat” atau ‘bebas gejala’. Namun virus HIV masih ada di dalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan pada orang lain.

 

Apakah orang yang telah terinfeksi HIV boleh berkeluarga dan memiliki keturunan?   

Risiko penularan kepada pasangan melalui hubungan seksual dapat dicegah dengan penggunaan kondom. Pengobatan dengan ARV juga dapat menekan pertumbuhan virus HIV dalam tubuh manusia sampai ke batas yang tidak terdeteksi sehingga risiko penularan ke pasangan dapat dikurangi, namun harus tetap menggunakan kondom.

Orang yang telah terinfeksi HIV bahkan tetap dapat memiliki keturunan dengan aman. Melalui program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA/PMTCT), penularan HIV dari ibu ke anak saat kehamilan, melahirkan dan menyusui dapat dikurangi sampai 0%. Calon orang tua dapat menekan risiko penularan pada anak dengan mengetahui status HIV sejak dini. Berkonsultasilah dengan dokter yang merawat.

 

Apakah orang yang telah terinfeksi HIV perlu dihindari?

Anda tidak perlu menghindari orang yang telah terinfeksi HIV. Penularan HIV terjadi melalui cara-cara yang spesifik. Berinteraksi sosial dengan orang yang telah terinfeksi HIV tidak menyebabkan penularan HIV.

 

Perlu diingat bahwa :

  • HIV tidak menular di kolam renang umum
  • HIV tidak menular melalui batuk atau bersin
  • HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga lainnya
  • HIV tidak menular dengan berbagi alat makan bersama
  • HIV tidak menular karena berjabat tangan
  • HIV tidak menular karena berciuman

 Adakah keterkaitan infeksi HIV dan Infeksi Menular Seksual?

Infeksi Menular Seksual atau IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, anus atau mulut. Orang yang mengidap IMS memiliki risiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV. Perlukaan pada kelamin karena adanya IMS dapat mempermudah seseorang tertular HIV saat berhubungan seks tanpa pengaman.

Gejala yang timbul tergantung pada jenis IMS yang diderita. Beberapa gejala IMS yang mungkin timbul adalah:  

  • Keluarnya sekret atau nanah dari penis, vagina atau anus
  • Nyeri atau terasa panas waktu kencing
  • Benjolan, bintil atau luka pada penis, vagina, anus atau mulut
  • Pembengkakan di pangkal paha
  • Perdarahan setelah berhubungan kelamin
  • Nyeri pada perut bawah (wanita)
  • Nyeri pada buah pelir

 

Penyakit IMS misalnya:

  • Sifilis
  • Kencing Nanah (Gonore)
  • Klamidia
  • Herpes Genitalis
  • Infeksi Trikomunas
  • Kutil Kelamin

 

  • Bila terdapat gejala di atas, jangan mengobati diri sendiri dengan obat bebas di pasaran. IMS itu mencakup banyak jenis penyakit. Segera periksakan diri anda ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
  • Hindari hubungan seks atau gunakan kondom dalam hubungan seks selama masih dalam pengobatan. Agar infeksi tidak berulang, ajak pasangan untuk diperiksa dan diobati pula.
  • Bila IMS tidak mendapakan pengobatan yang tepat, dapat meningkatkan risiko terkena infeksi HIV, kemandulan, keguguran, atau penularan IMS kepada pasangan atau bayi yang dikandung.

 Pengobatan HIV:

Pengobatan HIV dan AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis, Psikologis dan Aspek Sosial yang meliputi pengobatan supportive (dukungan), pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan antiretroviral.

ARV atau Antiretroviral

ARV merupakan singkatan dari Antiretroviral, yaitu obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV didalam tubuh. Bila pengobatan tersebut bekerja secara efektif, maka kerusakan kekebalan tubuh dapat ditunda bertahun–tahun dan dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat mencegah AIDS. Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV tersebut, ARV memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat sehat melalui strategi penanggulangan AIDS yang memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan.

Hingga saat ini, ARV masih merupakan cara paling efektif serta mampu menurunkan angka kematian dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup orang terinfeksi HIV sekaligus meningkatkan harapan masyarakat untuk hidup lebih sehat. Sehingga pada saat ini HIV dan AIDS telah diterima sebagai penyakit yang dapat dikendalikan seperti diabetes, asma atau darah tinggi dan tidak lagi dianggap sebagai penyakit yang pembunuh yang menakutkan.

 

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Pengertian Penyakit Menular Seksual (PMS)

   

Penyakit menular seksual atau PMS, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina, atau pun cairan tubuh lainnya.

Selain itu, penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu kepada bayinya, baik saat mengandung atau ketika melahirkan. Pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang juga berisiko menularkan infeksi. 

Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Bakteri

Beberapa penyakit menular seksual akibat bakteri yang akan dibahas di sini adalah sifilis, gonore, chlamydia, chancroid, granuloma inguinale, dan lymphogranuloma venereum.

Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidumGejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan selama 1,5 bulan dan kemudian menghilang dengan sendirinya. Perlu diperhatikan bahwa lesi sangat menular, sentuhan dengan lesi dapat mengakibatkan seseorang tertular.

Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya dalam 4-10 minggu setelah lesi hilang. Pada tahap berikutnya, gejala yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul. Kerontokan rambut hingga pitak juga bisa dialami penderita.

Jika dibiarkan, infeksi sifilis bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa tahun tanpa menimbulkan gejala apapun. Yang perlu diwaspadai, selama masa itu bakteri akan menyebar ke bagian tubuh lain dan dapat menyebabkan kondisi serius berupa kelumpuhan, kebutaan, demensia, meningitis, gangguan jantung , dan masalah koordinasi.

Untuk memastikan diagnosis sifilis, tes darah bisa dilakukan. Terkadang gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis, oleh karena itu segera lakukan tes darah jika mencurigai diri berisiko terkena sifilis.

Antibiotik seperti suntikan penisilin digunakan untuk mengobati sifilis. Jika sifilis diobati dengan benar, tahapan sifilis yang lebih parah bisa dicegah. Hindari hubungan seksual sebelum memastikan infeksi sifilis benar-benar hilang, yaitu sekitar 2 minggu setelah pengobatan selesai. Pastikan juga untuk memeriksakan kesehatan pasangan Anda saat ini atau orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda jika Anda terdiagnosis sifilis. Anda bisa mengetahui informasi selengkapnya mengenai penyakit sifilis di laman ini.

Gonore atau kencing nanah

Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Beberapa penderita penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga bisa tidak diketahui sama sekali jika dirinya terinfeksi. Bila menimbulkan gejala, pada penderita gonore dapat ditemukan:

Gejala gonore pada pria:

  • Pada ujung penis keluar cairan berwarna putih, kuning, atau hijau.
  • Rasa sakit atau perih saat buang air kecil
  • Peradangan pada ujung penis
  • Terkadang ditemukan rasa sakit di sekitar buah zakar.

Gejala gonore pada wanita:

  • Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau.
  • Sering buang air kecil.
  • Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan seks atau setelahnya.
  • Perdarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya, atau perdarahan berlebihan ketika mengalami menstruasi.
  • Gatal di sekitar kelamin.

Infeksi gonore juga bisa berdampak pada bagian tubuh lain bila terjadi kontak dengan sperma atau cairan vagina. Bagian tubuh lain yang beresiko terkena gonore adalah rektum, mata, dan tenggorokan.

Diagnosis untuk memastikan apakah Anda terinfeksi gonore adalah dengan melakukan tes urine pada pria dan pemeriksaan cairan vagina pada wanita. Selain itu, pengambilan sampel nanah dari bagian yang terinfeksi juga bisa dilakukan.

Sama seperti sifilis, infeksi gonore atau kencing nanah bisa diobati dengan antibiotik. Sangat penting untuk minum obat antibiotik sesuai dosis dan jangka waktu yang dianjurkan, agar infeksi benar-benar lenyap. Jika tidak ditangani dengan baik, gonore atau kencing nanah bisa menyebabkan kemandulan.

Chlamydia

Chlamydia adalah jenis penyakit seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Beberapa orang tidak merasakan gejala sama sekali, sehingga penularan bisa terjadi tanpa disadari. Pada sebagian orang, chlamydia bisa menimbulkan gejala, seperti:

Gejala chlamydia pada wanita:

  • Cairan vagina tidak seperti biasanya.
  • Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
  • Menstruasi yang banyak.
  • Perdarahan diluar siklus haid.
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual.
  • Nyeri di perut bagian bawah

Gejala chlamydia pada pria:

  • Pada ujung penis keluar cairan berwarna jernih atau putih
  • Sakit pada saat buang air kecil
  • Rasa gatal atau panas sekitar lubang penis
  • Rasa sakit dan pembengkakan di sekitar buah zakar

Untuk mendiagnosis chlamydia bisa dengan cara tes urine atau pengambilan sampel cairan dari area yang terinfeksi.

Pengobatan infeksi ini adalah dengan cara mengonsumsi antibiotik. Pastikan untuk menghabiskan obat yang sudah diresepkan oleh dokter, meski kondisi terasa sudah membaik. Lakukan tes urine atau pengambilan sampel cairan alat kelamin sekali lagi setelah pengobatan selesai, hal ini untuk memastikan infeksi benar-benar telah sembuh.

Infeksi chlamydia juga bisa menyerang rektum, tenggorokan, atau mata. Jika tidak dirawat, infeksi ini dapat menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, chlamydia juga bisa menyebabkan kehamilan ektopik. Infeksi ini juga bisa ditularkan saat melahirkan dan menyebabkan bayi bisa mengalami infeksi mata atau paru-paru. Pada pria, chlamydia bisa menyebabkan peradangan pada saluran kencing, infeksi pada kandung kemih dan epididimitis, serta infeksi pada rektum. 

Chancroid

Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyl. Bisul kecil di alat kelamin akan muncul setelah 1-14 hari seseorang terinfeksi chancroid. Sehari setelahnya, benjolan akan berubah menjadi luka. Selain kemunculan luka, sebagian orang yang terinfeksi chancroid akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bagian selangkangan. Pada sebagian orang, pembengkakan ini bisa berkembang menjadi abses.

Tidak ada tes darah khusus untuk chancroid. Chancroid biasanya didiagnosis dengan melihat luka yang muncul, pembengkakan kelenjar, dan melakukan beberapa tes pemeriksaan untuk menyingkirkan PMS lainnya. Pengobatan kondisi ini dilakukan dengan pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi. Untuk abses kelenjar getah bening, prosedur drainase dengan jarum atau operasi kecil bisa dijalankan.

Donovanosis

Penyakit yang juga disebut granuloma inguinale ini disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Penyebaran penyakit ini biasa terjadi melalui vagina atau seks anal dan sangat jarang ditularkan melalui seks oral. Kebanyakan penderita dari penyakit ini adalah pria.

Penyakit ini akan menggerogoti jaringan alat kelamin secara perlahan. Jika terkena penyakit ini, penderita akan merasakan beberapa gejala seperti:

  • Muncul luka di sekitar bokong serta benjolan berwarna merah di sekitar anus dan alat kelamin.
  • Alat kelamin dan kulit di sekitarnya akan memudar warnanya.
  • Lapisan kulit perlahan terkelupas, kemudian benjolan akan membesar akibat proses peradangan. Kulit tidak nyeri pada fase ini, tetapi mudah sekali berdarah.
  • Kerusakan jaringan bisa meluas hingga pangkal paha.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan biopsi pada lesi penderita untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Jika positif terkena donovanosis, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik pada penderita untuk dikonsumsi selama 3 minggu.

Jika tidak ditangani dengan benar, penderita donovanosis akan berisiko terkena beberapa komplikasi seperti:

  • Kerusakan dan pembentukan jaringan parut pada organ genital.
  • Warna kulit pada alat kelamin dan sekitarnya akan memudar.
  • Pembengkakan permanen pada organ genital akibat jaringan parut.

Lymphogranuloma Venereum

Penyakit yang juga dikenal dengan nama LGV atau penyakit Durand-Nicholas-Favre ini disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi bakteri ini biasanya terjadi pada sistem limfatik.

LGV sendiri dibagi menjadi tiga, LGV primer, LGV sekunder dan LGV tersier. Berikut beberapa karakteristik LGV primer:

  • Gejala muncul 3-21 hari setelah terjadi kontak antara seseorang dengan bakteri.
  • Pria lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan wanita.
  • Muncul beberapa kelompok lesi yang mirip dengan infeksi herpes.
  • Penderita biasanya akan mengalami gejala peradangan uretra (uretritis).
  • Pada pria, LGV primer akan berdampak pada bagian tubuh di sekitar penis hingga uretra, serta anus.
  • Pada wanita, LGV primer akan berdampak pada bagian tubuh di sekitar vagina.

Sedangkan pada penderita LGV sekunder biasanya gejala muncul 10 sampai 30 hari setelah penderita terpapar bakteri namun butuh beberapa bulan untuk berkembang. Beberapa ciri-cirinya adalah:

  • Nyeri pada sendi.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan nodus limfa.
  • Muncul bercak beralur.
  • Kulit penderita akan terkena eritema multiforme, urtikaria, eritema nodosum, atau ruam.

Pada penderita LGV tersier, gejalanya baru akan muncul hingga 20 tahun setelah penderita terinfeksi bakteri. Beberapa ciri LGV tersier lainnya adalah:

  • Proktokolitis (peradangan pada dubur dan usus besar).
  • Rasa gatal pada bagian bokong.
  • Tinja bercampur darah.
  • Nyeri pada dubur.
  • Tenesmus (muncul dorongan untuk buang air besar secara terus menerus).
  • Penurunan berat badan.
  • Fibrosis dubur.
  • Esthiomene (pembesaran granuloma menahun disertai ulserasi dan erosi pada alat kelamin wanita).

Untuk mengobati LGV, biasanya dokter akan meresepkan antibotik. Dokter juga bisa melakukan tindakan pembedahan untuk mengatasi LGV.

Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Virus

Herpes genital, kutil kelamin, molluscum contagiosum, hepatitis B, hepatitis D, dan HIV adalah contoh-contoh penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus.

Herpes Genital

Herpes genital adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut HSV. Gejala herpes genital akan muncul beberapa hari setelah terinfeksi HSV. Luka melepuh berwarna kemerahan serta rasa sakit pada wilayah genital menjadi awal gejala herpes yang muncul. Mungkin juga akan disertai gatal atau sakit saat membuang air kecil.

Virus ini dapat bersifat dorman atau tidak aktif dan bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Tapi virus ini bisa kembali aktif dan luka akan muncul kembali. Meskipun begitu luka yang terjadi biasanya lebih kecil dan tidak terlalu sakit dibandingkan dengan infeksi pertama. Hal ini terjadi karena tubuh telah menghasilkan antibodi terhadap virus ini setelah pertama kali terinfeksi. Antibodi yang sudah ada akan melawan kemunculan kembali virus ini.

Diagnosis herpes genital bisa dilakukan dengan pengambilan sampel cairan dari luka yang muncul atau dengan melakukan tes darah. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan herpes genital. Tapi, gejala yang terjadi bisa dikendalikan dengan obat-obatan antivirus.

Anda bisa mengetahui informasi selengkapnya mengenai herpes genital di laman ini.

Kutil Kelamin

Kutil kelamin atau kutil genital adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai human papillomavirus (HPV). Terdapat 40 tipe virus HPV yang dapat menyerang alat kelamin, tetapi sebagian besar kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Kutil kelamin adalah kutil yang muncul di sekitar alat kelamin atau di area dubur. Kutil ini mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tapi biasanya akan muncul rasa gatal-gatal, memerah dan terkadang bisa berdarah. Pada beberapa penderita, kutil bisa tumbuh bergerombol dan kemudian terlihat seperti kembang kol.

Kutil dapat muncul setelah beberapa bulan bahkan tahunan setelah terjadinya infeksi HPV. Bahkan pada kebanyakan orang, kutil tidak muncul sama sekali meskipun telah terinfeksi. Kutil dapat juga muncul pada mulut atau tenggorokan orang yang melakukan seks oral.

Penyebaran virus ini tidak hanya melalui hubungan seksual. HPV bisa menyebar melalui kontak langsung dari kulit ke kulit. Untuk memastikan diagnosis apakah terdapat kutil kelamin, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian yang terinfeksi. Selain itu, bisa juga dilakukan tes khusus untuk mendiagnosis HPV dengan memeriksa vagina bagian dalam atau saluran kencing pad pria.

Tidak ada pengobatan atau penanganan yang bisa melenyapkan virus HPV dari tubuh sepenuhnya. Kutil yang muncul di area kelamin atau dubur bisa ditangani dengan prosedur pembekuan, terapi laser, atau memakai krim. Operasi juga bisa dilakukan untuk mengangkat kutil yang besar.

Meskipun tidak ada pengobatan untuk virus HPV, kutil kelamin bisa dicegah dengan memberikan vaksin HPV. Penting untuk diketahui bahwa vaksin HPV tidak dapat mencegah seluruh tipe HPV, konsultasikan dengan dokter jenis vaksin HPV yang cocok dengan kebutuhan anda.

Meski tidak semua jenis virus HPV berkaitan dengan kanker, disarankan untuk melakukan pemeriksaan sel kanker secara teratur jika terinfeksi HPV.

HIV

HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini dapat tertular melalui hubungan seks yang tidak aman, berbagi alat suntik atau pun jarum, dari ibu kepada bayinya saat melahirkan, maupun melalui transfusi darah.

Sistem kekebalan tubuh akan melemah dan tidak mampu melawan infeksi maupun penyakit akibat virus ini. Hingga kini, belum ada obat untuk sepenuhnya melenyapkan HIV dari tubuh. Pengobatan HIV umumnya dilakukan untuk memperpanjang usia dan meredakan gejala yang muncul akibat HIV.

HIV tidak memiliki gejala yang jelas. Gejala awal yang terjadi adalah gejala flu ringan disertai demam, sakit tenggorokan, maupun ruam. Seiring virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, tubuh penderita akan makin rentan terhadap berbagai infeksi.

Jika merasa berisiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahui diagnosisnya adalah dengan melakukan tes HIV beserta konselingnya. Tes HIV bisa dilakukan di klinik Voluntary Counseling and Testing atau VCT (KTS= Konseling dan Tes HIV Sukarela).

Anda bisa mengetahui informasi selengkapnya mengenai penyakit HIV/AIDS di laman ini.

Molluscum contagiosum

Ini adalah infeksi kulit akibat virus yang menyebabkan munculnya benjolan kecil berwarna seperti daging segar. Benjolan ini bisa muncul terpisah atau berkelompok. Molluscum contagiosum menular melalui kontak fisik dengan penderitanya, termasuk hubungan seksual.

Umumnya, benjolan Molluscum contagiosum muncul di sekitar alat kelamin, badan, wajah, atau kelopak mata. Benjolan ini juga bisa meradang dan berubah warna menjadi kemerahan ketika tubuh penderita melawan virusnya.

Infeksi virus ini akan tetap menular selama benjolan masih ada. Biasanya benjolan akan muncul setelah 2 hingga 7 minggu sejak terinfeksi, namun bisa saja muncul setelah 6 bulan. Untuk memastikan diagnosis penyakit ini, dokter akan mengutamakan pemeriksaan fisik dan bila diperlukan mungkin akan mengambil sampel untuk di periksa lebih lanjut.

Pada kebanyakan pasien, penyakit ini akan sembuh sendiri dan benjolan akan hilang setelah 6-9 bulan. Khusus pada benjolan yang ada di sekitar alat kelamin, dokter biasanya akan melakukan pengobatan untuk mencegah penyebaran. Pengobatan yang bisa dilakukan meliputi membekukan benjolan dengan prosedur seperti krioterapi, mengikis benjolan dengan tindakan kuret, memberikan zat kimia pada benjolan, dan mengoleskan obat cair atau krim.

Hepatitis B

Disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, hepatitis B ternyata lebih mudah ditularkan melalui hubungan seksual daripada HIV. Virus ini bisa ditemukan pada darah, cairan vagina, air liur, dan sperma. Seks oral, dan khususnya seks anal, adalah cara yang bisa menularkan virus Hepatitis B. Transplantasi organ dan penggunaan jarum suntik secara bergantian juga berisiko menjadi cara penularan virus penyakit ini.

Gejala Hepatitis B biasanya baru akan muncul sekitar 2-5 bulan setelah penderita mengalami kontak dengan virus. Gejala awal muncul seperti flu dan kemudian berkembang menjadi penyakit kuning. Pada fase kronis, hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan permanen pada hati.

Untuk memastikan diagnosis hepatitis, dapat dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah yang dilakukan meliputi pemeriksaan antibodi dan protein pada virus. Selain itu juga akan dilakukan pemeriksaan fungsi hati untuk melihat kerusakan pada organ hati anda.

Hingga saat ini tidak ada pengobatan untuk menghilangkan virus hepatitis. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter akan bertujuan untuk menunda atau mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Meskipun begitu, terdapat vaksin yang dapat melindungi dari infeksi hepatitis B.

Hepatitis D

Hepatitis D adalah infeksi virus yang hanya bisa dialami oleh seseorang yang mengidap infeksi hepatitis B aktif. Cara penularannya mirip dengan hepatitis B, namun lebih sering terjadi pada pengguna jarum suntik yang bergantian dibandingkan hubungan seksual..

Seperti halnya hepatitis B, penderita hepatitis D bisa mengalami gejala parah secara tiba-tiba. Secara umum, infeksi hepatitis D akan memperberat kerusakan dan gejala yang muncul setelah terkena hepatitis B.

Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Parasit

Terdapat pula beberapa penyakit menular seksual yang disebabkan parasit, antara lain:

Kudis atau scabies

Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau yang sulit terlihat oleh mata ini menggali dan hidup di dalam kulit. Parasit ini bisa ditularkan melalui kontak tubuh secara langsung, melalui baju, peralatan tidur, atau handuk yang terinfeksi.

Gejala utama dari kudis adalah munculnya rasa gatal yang hebat terutama pada malam hari. Rasa gatal ini sering kali muncul di bagian jari, pergelangan tangan dan kaki, ketiak, atau bisa juga di area kelamin. Terkadang, kudis juga bisa mengakibatkan munculnya ruam dan bintik kecil.

Kondisi ini bisa ditangani dengan memakai krim atau sampo khusus. Setelah pengobatan, terkadang rasa gatal masih tetap ada selama beberapa lama.

Kutu pada rambut kemaluan

Kutu pada rambut kemaluan adalah serangga parasit kecil yang hidup di antara rambut tubuh, misalnya rambut kemaluan, bulu ketiak, rambut tubuh, jenggot, alis, dan bulu mata. Kutu ini memangsa darah manusia untuk bertahan hidup. Di kulit, kutu ini merangkak dari rambut ke rambut dan tidak bisa melompat dari satu orang ke orang lainnya. Penularan hanya terjadi dengan kontak tubuh langsung dan seringkali terjadi saat hubungan seksual.

Gejala utama yang terjadi adalah rasa gatal pada bagian yang terinfeksi dan terjadinya peradangan atau iritasi akibat garukan penderita. Selain itu penderita juga bisa menemukan serbuk kehitaman di celana dalam atau bercak darah di kulit akibat gigitan kutu.

Jika merasakan gejala seperti tadi, anda terkadang bisa melihat secara langsung apakah ada kutu pada rambut kemaluan atau pun rambut lain yang terasa gatal. Kutu ini bisa diatasi dengan memakai krim atau sampo khusus. Anda tidak perlu mencukur rambut pada kemaluan atau rambut tubuh yang terinfeksi.

Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Protozoa

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit sangat kecil bernama Trichomonas vaginalis. Kondisi ini mudah sekali ditularkan melalui hubungan seksual. Kebanyakan penderita pria tidak menyadari infeksi ini karena tidak mengalami gejala apa pun, sampai ketika pasangan wanitanya mengalami gejala dan didiagnosis menderita penyakit ini.

Gejala yang terjadi pada pria:

  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Sensasi rasa perih sesaat setelah buang air kecil atau usai ejakulasi.
  • Cairan penis berwarna keputihan.
  • Inflamasi pada kulup dan kulit penis.

Gejala yang terjadi pada wanita adalah:

  • Cairan vagina encer atau berbuih warna kuning kehijauan dengan bau tidak sedap.
  • Rasa sakit dan gatal-gatal di sekitar vagina.
  • Sakit atau tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual atau buang air kecil.

Untuk mendiagnosis trikomoniasis bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes urine, dan pengambilan sampel cairan. Jika anda sangat diduga menderita trikomoniasis, pengobatan dengan antibiotik akan dimulai meskipun hasil pemeriksaan sampel belum muncul. Hal ini bertujuan agar infeksi cepat sembuh dan kemungkinan penularan menurun.

Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Jamur

Tinea cruris

Penyakit menular seksual ini adalah infeksi jamur yang menyerang kulit di sekitar alat kelamin, paha bagian dalam, serta bokong. Penderita tinea cruris biasanya akan merasakan munculnya ruam kemerahan berbentuk lingkaran yang terasa gatal pada bagian kulit yang terinfeksi.

Untuk memastikan tinea cruris, sampel akan diambil dari kulit yang terinfeksi. Sampel kulit kemudian akan dilihat di mikroskop. Meskipun begitu, kebanyakan dokter ahli kulit dapat mendiagnosis tinea cruris hanya dengan mengenali ruam pada kulit pasien.

Tinea cruris dapat disembuhkan dengan pemberian obat salep, semprot, bedak, atau losion anti-jamur. Namun, untuk menangani tinea cruris yang sudah parah, penderita dapat menggunakan salep atau krim anti-jamur yang lebih kuat, serta mengonsumsi pil anti-jamur yang bisa didapatkan dengan resep dokter.

Infeksi Candida

Infeksi jamur Candida albicans, biasanya menjadi penyebab umum iritasi pada vagina. Namun pada pria, khususnya yang tidak sunat, juga bisa mengalaminya. Selain di alat kelamin, jamur ini juga dapat ditemukan di bibir, kuku, sekitar anus, dan bahkan saluran pencernaan.

Pada infeksi di vagina, penderita wanita biasanya akan merasakan rasa gatal luar biasa di sekitar vagina, kulit di sekitar vagina akan memerah dan terasa perih, serta keputihan yang menggumpal seperti keju. Sedangkan pada penderita pria akan muncul ruam kemerahan pada penis, gatal dan sensasi rasa perih pada ujung penis, serta bau tidak sedap.

Pengobatan pada infeksi candida tergantung pada lokasi, keparahan dan kondisi kesehatan penderita. Untuk di sekitar kelamin dapat diobati dengan pemberian krim, supositoria, atau tablet anti-jamur.

Ditinjau oleh : dr. Marianti

https://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms

Profile

YPKM Papua Main Office in Jayapura

Know Papua YPKM

The Papua Public Health Development Foundation (Papua YPKM) stood since 14th November 1996. Independent institusion that provide health services at the grass roots level. Papua YPKM since 30th January 2003 obtained a certificate of establishments and number 64 in the years 2003 with registration number : 341/ORSOS/JPR/II/2003.

In implementing the program in the field, Papua YPKM has been working closely with the Goverment of Papua Province, and some local goverment district (among other; Department of Health, Social Service, Agency for Family Planning Coordination, AIDS Commission, Cenderawasih University).

Papua YPKM is a member of Cooperation Forum (FOKER) LSM Papua. During two periods has been the coordinator of the working group on Health and AIDS.

Vision

Created the healthy life style both physical and spiritual communities to be able to live productive and prosperous.

 

Mission

  1. Decrease number of the sicness and mortality from mother and child.
  2. Give the standart appropriateness of health service.
  3. Increase health reproduction service acces of man and woman.
  4. Provide communities to empowerment through training and education.
  5. Straightening the capacity of health field in group and organisation.

 

Work Program

  1. Health service to villages.
  2. Give information about drugs and reproduction health.
  3. Care, support, and treatment to people life with HIV and AIDS.
  4. Consultation, counseling and test of HIV and AIDS, and mobile VCT.
  5. Development the health service in Serui, Wamena, and Sentani region.
  6. The Health Reproduction and AIDS field.
  7. The Media, Training, and consultation field.
  8. The Christami Clinic and Shelter field.

 

Organisation Stucture

Trustees Board

L. Christine Ansanay, SE

Dra. Yemima Wayeni Handono

Ir. Jansen Monim, ST, MM.

Drs. Tahi G. Butarbutar, M.Kes

 

Boards

Dra. Yvonne de Quelyoe, M.Sc.

Romel Sendoh, SE

Dr. B. Sandjaya

Drs. Moses Dimalauw, Apt.

Dra. Santje Wonatorey

Drg. Aloysius Giay Township, M.Kes

 

Management Agency

 

Drs. Tahi G. Butarbutar, M.Kes. (Direktur Executive)

Joiz Sanci Erlely, S.Sos (Program Manajer)

Selfiana Sirami, SE (Financial Coordinator)

Rohsila Kristina Desi Merani, SKM (Health Reproduction and AIDS Coordinator)

Dr. Fitri Riandini, SpOG

Felly Leasiwal, S.Sos (Secretariat Coordinator)

Kalvaros Ayomi, S.Hut (Media, Training, and Consultation Coordinator)

Jacob Marey, SPAK (Serui Region Coordinator)

Hilda Ramandey (Sentani Region Coordinator)

Rumbo Todingan (Wamena Region Coordinator)