f t g m
  • Pemberdayaan Dampingan

  • Perkunjungan Rumah

  • Perkunjungan Rumah

  • Pembagian Nutrisi

  • Kontrol Kesehatan di Klinik Christami

  • Praktek Pembuatan Makanan Bergizi

  • Pemberian Informasi & Makanan Bergizi

  • PHBS dan Pastoral

Copyright 2019 - Custom text here

Yohanes Walalua

 

N a m a : Yohanes Walalua

Agama : Kristen Protestan

Nama Ayah : Ferdi Walalua

Nama Ibu : Maria Itlay

Anak ke : 1 dari 3 bersaudara

 

Yohanes mulai jatuh sakit pada bulan Maret 2008 di Manado. Saat itu saya sedang kuliah dan masih semester I Jurusan Biologi Fakultas Pertanian di Universitas Tomohon. Karena sakit semakin berat (deman terus menerus, sakit kepala, mencret-mencret serta penyakit kulit scabies) akhirnya dikirim kembali ke orang tua di Wamena, kampung Siepkosi. Akhirnya semakin drop hingga lumpuh (tidak bisa berdiri/jalan) selama sebulan.

 

Menurut keluarga saya terserang penyakit adat (saya telah melakukan sesuatu pelanggaran adat yang saya sendiri tidak sadari). Akhirnya orang tua saya melakukan beberapa pesta/ritual adat. Setelah itu saya dibawa ke dukun untuk diobati.  Setelah menjalani pengobatandi dukun, saya bisa berjalan sedikit walaupun penyakit lainnya seperti demam dan mencret-mencret masih terus menyerang saya. Karena sudah dapat berjalan akhirnya ayah mengantar saya ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan dan tes darah (HIV/AIDS). Seminggu kemudian kami menerima hasil tes darah dan saya dinyatakan Positif HIV. Saya kemudian diberi obat sakit paru-paru dan kami kembali ke kampung. Setelah minum obat paru selama sebulan berat badan saya naik hingga 65 Kilogram.

 

Tak berselang lama, saya akhirnya drop kembali dan sayabersama ayah ke kota Wamena dan tinggal bersama kakak perempuan selama 2 minggu sambil rawat jalan. Kemudian kembali ke kampung dan sakit saya bertambah hingga berat badan saya 31 kilogram.

Pada bulan November 2008, suster di RSUD Wamena (saya tidak tahu namanya) yang merawat saya selama rawat jalan telah memberitahukan kepada Jhon Suebu bahwa ada seorang pasien HIV yang harus ditangani oleh YPKM regio Peg. Tengah Wamena. Akhirnya saya diantar oleh kakak dan keponakan ke Momi karena Jhon Suebu telah siap untuk menjemput saya disana. Kamipn langsung ke RSUD Wamena dan saya lansung di Infus. Selama 2 minggu saya opname di RSUD Wamena hingga kondisi saya agak membaik.

Setelah Kondisi saya agak membaik, saya masuk di pondok YPKM wamena dan tinggal bersama Natalis Alitnoe. Penobatan dan perawatan dilakukan oleh YPKM Wamena. Masa kontrak pondok berakhir, lalu saya dibawa ke kantor YPKM Wamena dan tinggal bersama Jhon Suebu.

Tanggal 9 Desember 2008 Jhon Suebu membawa saya ke Jayapura dan tinggal di rumah orang tua Jhon Suebu di Sentani. Kemudian pada tanggal 12 Desember 2008 saya dimasukan ke Pondok Christami yang pada waktu itu masih berada di jalan KRI Macan Tutul Dok V atas.

Akhirnya saya sadari bahwa kehidupan saya dahulu sangat beresiko. Semasa sekolah di SPMA (SMK Pertanian) Wamena, sering berganti pacar/pasangan seks dan suka mabuk-mabukan. Hal itulah yang membuat hidup saya seperti ini.

Saya sudah sekali ke Wamena dan sempat ke kampung  bertemu dengan keluarga. Keluarga sudah dapat menerima Yohanes apa adanya.

 Saat ini saya merasa sehat sebagaimana orang normal lainnya. Saya sudah bekerja sebagai penjaga kue/roti dan minuman di toko Grosir Tanah Hitam. Saya sekarang tinggal dengan bapak Dokter (maksudnya dr.Raflus Doranggi).

Akhirnya Yohanes bercita-cita ingin melanjutkan kuliahnya yang dahulu terputus. (Kalva).